Sering Kasih Diskon Tapi Profit Gak Naik? Ini Penyebabnya
Oleh Edelin
Share
Sering Kasih Diskon Tapi Profit Gak Naik? Ini Penyebabnya
Diskon umumnya dianggap sebagai metode paling cepat untuk meningkatkan penjualan. Strategi ini digunakan oleh banyak bisnis kecil dan menengah (UMKM) dengan harapan mendapatkan keuntungan instan. Saat ada diskon, transaksi sering meningkatkan secara numerik. Namun, apakah keuntungan terus meningkat?
Diskon seringkali tidak meningkatkan keuntungan dan membuat perusahaan bekerja lebih keras untuk mendapatkan hasil yang lebih sedikit. Artikel ini akan membahas alasan diskon tidak terlalu meningkatkan keuntungan dan strategi yang lebih baik untuk bisnis.
Diskon Menggerus Margin Keuntungan
Memotong margin langsung adalah masalah utama dengan diskon, sebagai contoh:
Harga jual = Rp 100.000 Modal = Rp 60.000 Profit awal = Rp 40.000
Jika Anda memberikan diskon dua puluh persen, harga akan turun menjadi Rp 80.000, yang berarti profit akan turun menjadi Rp 20.000. Untuk mendapatkan keuntungan yang sama seperti sebelumnya, Anda harus menjual dua kali lebih banyak produk.
Ini bukan tugas yang mudah, terutama dalam situasi di mana permintaan tidak meningkat secara signifikan. Fenomena ini biasa disebut dengan "ramai tapi tidak cuan".
Menarik Pelanggan yang Salah
Diskon sering menarik price-sensitive customer, bukan customer loyal. Karakteristik yang dimiliki yaitu mudah mengikuti pesaing dengan membeli hanya saat ada diskon, tidak peduli merek.
Hasilnya, sulit untuk membangun reputasi jangka panjang, retensi rendah, dan lifetime value yang kecil. Jika taktik Anda hanya bergantung pada diskon, Anda memaksa pasar untuk tidak pernah membeli barang dengan harga normal.
Menarik Persepsi Value Produk
Harga membentuk persepsi selain angka. Dengan diskon yang terlalu sering, produk akan terlihat murah dan pelanggan mulai mempertanyakan kualitasnya.
Dalam contoh sederhana, seorang pembeli mungkin bertanya, "Berarti harga aslinya kemahalan?". Jika barang yang harga awalnya Rp 150.000 sering di diskon menjadi Rp 75.000, Ini dapat membahayakan merek dalam jangka panjang.
Diskon Tidak Menyelesaikan Masalah Utama Bisnis
Diskon adalah jalan pintas yang digunakan oleh banyak bisnis saat penjualan menurun. Padahal, sumber masalah dapat berupa:
Produk tidak sesuai dengan pasar
Target demografi tidak tepat
Marketing tidak efektif, dan
Customer experience yang buruk
Diskon tidak menyelesaikan masalah, hanya menutupnya. Setelah promo berakhir, penjualan akan turun lagi jika tidak ada perbaikan yang signifikan.
Cashflow Bisa Terganggu
Diskon yang signifikan menandakan bahwa margin kecil, perputaran uang lebih cepat, tetapi risiko kehabisan uang lebih tinggi. Kondisi seperti jualan banyak, tapi uang tidak terkumpul dapat terjadi di perusahaan yang tidak terkontrol. Bisnis kecil dan menengah (UMKM) yang tidak memiliki kontrol keuangan yang baik sering mengalami hal ini.
Kompetisi Harga Tidak Ada Ujungnya
Ketika Anda memulai perang diskon, pesaing Anda dapat dengan mudah mengikuti atau bahkan lebih agresif. Harga terus menurun dan perbedaan semakin kecil. Bukan yang terbaik yang menang, tetapi yang paling kuat menang dengan margin kecil.
Diskon harus digunakan dengan cara yang tepat, tetapi tidak berarti harus dihindari sepenuhnya. Pendekatan yang lebih sehat untuk meningkatkan keuntungan adalah sebagai berikut:
1. Fokus pada Value, Bukan Harga
Tingkatkan nilai daripada menurunkan harga dengan:
Bundling produk
Bonus tambahan
Service/pelayanan yang lebih baik
Jika pelanggan merasa mendapatkan nilai tambah, mereka akan lebih siap untuk membayar lebih banyak.
2. Gunakan Diskon Secara Terarah
Diskon masih dapat digunakan, tetapi dengan alasan yang jelas, seperti:
Clearance stok lama,
Akuisisi pelanggan baru, dan
Digunakan pada event tertentu
3. Tingkatkan Average Order Value (AOV)
Dorong pelanggan untuk berbelanja lebih banyak daripada menurunkan harga dengan strategi up-selling, cross-selling, dan paket hemat. Dibandingkan dengan diskon, ini akan lebih meningkatkan keuntungan.
4. Optimalkan Customer Retention
Biaya untuk mempertahankan pelanggan lama lebih murah dibandingkan dengan mendapatkan pelanggan baru. Klien yang terus melakukan pembelian akan meningkatkan keuntungan. Metode yang mungkin digunakan seperti:
Program loyalti
Follow up pelanggan
Penyesuaian tawaran yang diberikan
5. Gunakan Data untuk Ambil Keputusan
Banyak perusahaan tidak tahu produk mana yang paling menguntungkan. Dengan informasi yang tepat, Anda dapat mengetahui produk dengan penjualan terbaik, menemukan margin tertinggi, dan mengatur rencana harga. Tanpa adanya data, keputusan hanya dibuat berdasarkan feeling, dan ini hal yang harus Anda hindari.
Diskon mungkin meningkatkan penjualan dalam jangka pendek, tetapi tidak selalu meningkatkan keuntungan. Jika digunakan sembarangan, diskon dapat merusak margin, menarik pelanggan yang salah, dan melemahkan reputasi merek.
Sistem yang rapi dan terintegrasi diperlukan untuk berbagai fungsi, termasuk mengetahui margin, mengelola data penjualan, dan menumbuhkan loyalitas pelanggan. Dengan menggunakan sistem kasir seperti Olsera, Anda dapat memantau kinerja bisnis secara real-time, mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang data penjualan, dan membuat keputusan yang lebih baik untuk meningkatkan keuntungan. Ini adalah cara terbaik untuk mengembangkan bisnis Anda tanpa bergantung pada diskon. Coba gratis atau berlangganan fitur loyalti pelanggan dari Olsera sekarang juga!