Kembali
Tips & Berita Usaha Terkini

Kenali Hybrid Commerce: Strategi untuk Menarik Perhatian Gen Z!

Oleh Edelin
Share
Copy
asdasd
Kenali Hybrid Commerce: Strategi untuk Menarik Perhatian Gen Z!

Gen z bukan sekedar generasi yang "melek digital". Mereka tumbuh dengan internet, terbiasa serba cepat, dan menginginkan pengalaman belanja yang fleksibel. Kalau brand masih mengandalkan satu jalur penjualan saja, siap-siap tertinggal. Salah satu strategi yang makin relevan untuk menjangkau gen z adalah hybrid commerce.


Apa itu Hybrid Commerce?


Hybrid commerce atau perdagangan hibrida adalah strategi yang memadukan toko offline dan online dalam satu ekosistem bisnis yang terintegrasi . pelanggan bebas memilih datang langsung ke toko, belanja lewat marketplace, atau memesan via media sosial.

Strategi ini bukan sekedar tren. Berdasarkan survei terhadap lebih dari 19 ribu konsumen, tren belanja hybrid meningkat drastis sejak 2022, dipengaruhi perubahan kebiasaan selama pandemi. Gen z menjadi kelompok usia yang paling aktif menggunakan pola belanja ini dibandingkan generasi lainnya.

Artinya, kalau target pasarmu adalah gen z, hybrid commerce bukan lagi opsi tambahan, tapi sudah jadi kebutuhan.


Kenapa Gen Z Suka Hybrid Commerce?


Ada beberapa alasan kuat kenapa gen z suka hybrid commerce, yaitu:

  • Mereka ingin fleksibilitas: bisa cek produk online, ambil di toko,
  • Mereka suka membandingkan harga dan review sebelum beli,
  • Mereka ingin pengalaman belanja yang cepat dan praktis,
  • Mereka menghargai brand yang responsif dan terintegrasi.

Jadi, semakin seamless pengalaman belanja yang kamu berikan, semakin besar peluang mereka kembali.


Lalu, Bagaimana Cara Memulai Hybrid Commerce dengan Efektif?


1. Lakukan Riset Terlebih Dahulu


Sebelum menambah channel penjualan, pahami dulu target pasarmu:

  • Bagaimana kebiasaan belanjan mereka?
  • Channel apa yang paling sering digunakan?
  • Apa kendala mereka saat belanja?

Dengan riset yang tepat, kamu bisa menyusun strategi yang sesuai kebutuhan pasar, bukan sekedar ikut tren.

2. Personalisasi Komunikasi dengan Pelanggan


Gen z menyukai komunikasi yang relevan dan personal. Gunakan data penjualan untuk:

  • Memberikan rekomendasi produk
  • Mengirim promo sesuai minat
  • Membangun interaksi yang lebih engaging

Semakin personal pendekatanmu, semakin tinggi peluang repeat order.

3. Terapkan Sistem Tim yang Lebih Fleksibel


Hybrid commerce juga berdampak pada operasional internal. Dengan sistem kerja yang fleksibel:

  • Tim bisa menangani pesanan online dan offline secara efisien
  • Koordinasi antar channel lebih lancar
  • Produktivitas tetap terjaga

Fleksibilitas bukan hanya meningkatkan performa bisnis, tetapi juga membantu tim mencapai keseimbangan kerja yang lebih sehat.

4. Integrasikan Semua Saluran Penjualan


Kesalahan umum banyak bisnis adalah memisahkan toko fisik dan online. Padahal tanpa integrasi:

  • Stok bisa ganda
  • Data penjualan tidak sinkron
  • Laporan sulit dianalisis

Solusinya adalah menggunakan teknologi yang mengintegrasikan seluruh channel dalam satu sistem terpusat. Dengan begitu, inventaris, data pelanggan, hingga analisis penjualan bisa dipantau dengan lebih mudah dan akurat.

5. Maksimalkan Hybrid Commerce dengan Sistem yang tepat


Agar strategi hybrid commerce berjalan optimal, kamu membutuhkan sistem yang mampu menyikronkan seluruh operasional. Dengan aplikasi kasir Olsera, data stok dari toko fisik dan online tersinkronisasi secara otomatis. Risiko stok kosong atau dobel bisa dihindari melalui manajemen inventaris terpusat. Selain itu, penjualan dari berbagai channel dapat dipantau langsung melalui smartphone. Hybrid commerce bukan hanya tentang hadir di dua tempat, tetapi tentang memastikan semuanya terhubung dengan rapi.


Siap Menarik Perhatian Gen Z?


Gen z mencari pengalaman belanja yang cepat, fleksibel, dan terintegrasi. Dengan strategi hybrid commerce yang tepat, bisnis tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Kalau ingin menjalankan hybrid commerce tanpa ribet dan tanpa data yang tercecer, saatnya gunakan sistem yang memang dirancang untuk itu, Dengan aplikasi kasir Olsera, seluruh penjualan dari toko fisik, marketplace, hingga media sosial dapat terintegrasi dalam satu dashboard. Stok tersinkron otomatis, laporan lebih rapi, dan performa bisnis bisa dipantau kapan saja langsung dari smartphone. Mulai langkah pertamamu menuju sistem jualan yang lebih modern dan terhubung bersama Olsera!

Coba gratis 14 hari dan rasakan sendiri kemudahannya!


Baca artikel lainnya: