Mirip, Tapi Tak Sama! Ini Perbedaan Up-Selling dan Cross-Selling
Oleh Edelin
Share
Mirip, Tapi Tak Sama! Ini Perbedaan Up-Selling dan Cross-Selling
Dalam dunia bisnis, meningkatkan penjualan tidak selalu harus dengan mencari pelanggan baru. Sering kali, peluang justru datang dari pelanggan yang sudah ada, asal tahu cara menawarinya dengan tepat. Di sinilah strategi up-selling dan cross-selling berperan penting bagi bisnis, karena keefektifannya.
Mungkin Rekan Sera sudah sering mengalaminya. Saat belanja di toko ritel, kasir bertanya, "Mau pulsanya sekalian, Kak?" atau "Kalau tambah sedikit, bisa dapat ukuran yang lebih besar lho". Tanpa sadar, itulah contoh penerapan up-selling dan cross-selling dalam aktivitas jual beli sehari-hari.
Apa itu Up-Selling?
Up-selling adalah strategi menawarkan versi produk yang lebih tinggi nilainya dibanding pilihan awal pelanggan. Biasanya berupa ukuran lebih besar, kualitas lebih baik, atau fitur tambahan, seperti:
Menawarkan minuman ukuran large dengan selisih harga kecil
Mengarahkan pelanggan ke paket premium dibanding paket standar
Tujuannya untuk meningkatkan nilai transaksi per item tanpa menambah jumlah produk yang dibeli.
Apa itu Cross-Selling?
Sementara itu, cross-selling adalah strategi menawarkan produk tambahan yang masih relevan dengan produk utama yang dibeli pelanggan, contohnya seperti:
Menawarkan makanan ringan saat pelanggan membeli minuman
Menyodorkan aksesoris saat pelanggan membeli gadget
Strategi ini bertujuan untum menambah jumlah item dalam satu transaksi
Perbedaan Up-Selling dan Cross-Selling
Agar tidak tertukar, berikut ringkasan perbedaan keduanya:
1. Fokus strategi
Up-selling: meningkatkan nilai produk
Cross-selling: menambah jumlah produk
2. Jenis penawaran
Up-selling: versi lebih mahal atau lebih lengkap
Cross-selling: produk pelengkap atua pendamping
3. Dampak ke transaksi
Up-selling: nilai per item meningkat
Cross-selling: total item dalam transaksi bertambah
Keduanya sama-sama efektif jika diterapkan dengan tepat dan tidak terasa memaksa. Kuncinya adalah memahami kebutuhan pelanggan dan menawarkan solusi yang relevan.
Optimalkan Strategi Penjualan dengan Sistem yang Tepat
Up-selling dan cross-selling akan jauh lebih optimal jika didukung oleh sistem penjualan yang rapi dan terintegrasi. Mulai dari pengelolaan produk, promo, hingga pencatatan transaksi, semua perlu berjalan efisien agar strategi marketing bisa benar-benar berdampak.
Selain menerapkan strategi up-selling dan cross-selling, kamu juga bisa mengoptimalkan pemasaran dengan aplikasi kasir Olsera. Dilengkapi fitur yang terintegrasi dengan marketplace, Olsera membantu UMKM mengelola penjualan dengan lebih praktis dan terukur. Masih banyak fitur lain yang #SelaluAda untuk mendukung pertumbuhan bisnismu, apa pun jenis usahanya. Yuk, Tanya-tanya Olsera untuk operasional bisnismu!